Saturday, March 12, 2016

Dokter Prilly

Dokter Prilly

screenshoot

Jalan Cerita
Prilly adalah seorang dokter muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan dokternya pada sebuah universitas ternama di Sumatera. Sebagaimana dokter baru ia harus menjalani masa ptt pada sebuah desa di daerah itu. Orang tua dan tunangannya keberatan jika Prilly melaksanakan ptt di daerah itu, selain jauh dari kotanya dan daerah itu masih terbelakang dan terisolir.

Orang tua Prilly sangat keberatan dan ia mengupayakan agar Prilly ditempatkan pada daerah yang dekat dan tidak terisolir itu. Upaya orang tuanya ini gagal karena telah menjadi keputusan instansi pusat dan tidak dapat di batalkan.
Kekuatiran orang tua dan tunangannya amat beralasan, karena Prilly adalah masih muda dan belum mengetahui seluk beluk masyarakat desa itu, ditambah kerasnya kehidupan di desa yang terkenal dengan kebiasaan masyarakatnya yang primitif itu. Selain itu Prilly akan menikah dengan Iqbal tunangannya beberapa bulan lagi. Memang Prilly dan Iqbal telah lama pacaran dan kedua orang tua mereka merestui hubungan mereka.
Prilly adalah seorang gadis yang masih berusia 24 tahun merupakan mahasiswa kedokteran yang memiliki kemampuan yang dapat dibanggakan, sehingga tidak heran ia dalam waktu yang singkat telah menamatkan kuliahnya.
Selain itu ia berparas cantik, memiliki sosok yang membuat lawan jenisnya ingin mendapatkannya, namun hatinya telah jatuh kepada Iqbal yang merupakan pria yang gigih mendapatkannya, hingga ia mau di pertunangkan dengan nya.Iqbal adalah seorang pria yang telah memiliki kehidupan yang mapan pada sebuah BUMN di kota itu, selain itu ia anak dari sahabat ayah Prilly.
Selama mereka pacaran hanya di isi dengan makan malam dan kadang nonton. Mereka berdua tidak pernah melakukan hal yang bertentanggan dengan adat dan agama, sebab masing-masing menyadari suatu saat akan mendapatkannya juga nantinya.

Wednesday, January 27, 2016

Bapak Bapak Ini Menyuruh Anaknya Kencing Sembarangan Karna Tak Terima Toilet di Mall Berbayar

 Bapak Bapak Ini Menyuruh Anaknya Kencing Sembarangan Karna Tak Terima Toilet di Mall Berbayar



sumber : WowKeren.com

WowKeren.com - Ketika mengunjungi sebuah mall akan ada beberapa aturan untuk pengunjung toilet. Ada yang berbayar ada pula yang bisa digunakan secara gratis. Namun bagi pria bernama Anang ini, toilet yang merupakan fasilitas umum tersebut tak boleh dikenakan biaya karena bisa dianggap ilegal. Anang yang mengunjungi salah satu mall di kota Banjarmasin itu merasa kesal ketika diminta membayar tarif Rp 1.000 untuk anaknya yang ingin menggunakan toilet. Tak terima dengan peraturan tersebut, Anang lantas menyuruh anaknya kencing sembarangan di dalam mall. Cerita Anang ini diposting di akun Facebook miliknya dari awal mula hingga akhir kejadian. Melihat anaknya yang kencing sembarangan itu, dua orang petugas keamanan mendatanginya dan marah-marah karena bapak bWowKeren.com - Ketika mengunjungi sebuah mall akan ada beberapa aturan untuk pengunjung toilet. Ada yang berbayar ada pula yang bisa digunakan secara gratis. Namun bagi pria bernama Anang ini, toilet yang merupakan fasilitas umum tersebut tak boleh dikenakan biaya karena bisa dianggap ilegal.

Anang yang mengunjungi salah satu mall di kota Banjarmasin itu merasa kesal ketika diminta membayar tarif Rp 1.000 untuk anaknya yang ingin menggunakan toilet. Tak terima dengan peraturan tersebut, Anang lantas menyuruh anaknya kencing sembarangan di dalam mall.

Cerita Anang ini diposting di akun Facebook miliknya dari awal mula hingga akhir kejadian. Melihat anaknya yang kencing sembarangan itu, dua orang petugas keamanan mendatanginya dan marah-marah karena bapak beserta anaknya telah melanggar peraturan.

Tak mau kalah, Anang pun membantah keras dua petugas tersebut dengan mengatakan tak seharusnya toilet berbayar dan dirinya tak punya uang untuk membayar. "Ahh masa cuma seribu saja Anda tidak punya. Kalau saya geledah dan saya temukan uang, kamu saya pukuli ya," tulis Anang meniru ucapan petugas yang mendatanginya.

Seorang petugas lainnya kemudian datang melerai ribut-ribut kecil itu dan meminta maaf kepada Anang atas kejadian yang diterimanya. Meski demikian, Anang masih belum puas dan hendak melaporkan masalah toilet berbayar itu DPRD kota Banjarmasin dan Dinas terkait.

"Saya juga berencana melaporkan hal ini ke DPRD kota Banjarmasin dan Dinas terkait," tulis Anang. "Saya ingin hal ini diselesaikan, jangan sampai pihak mall memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat awam tentang aturan yang sebenarnya, tentang hak yang seharusnya wajib mereka sediakan secara gratis, bukan dikenakan tarif." (wk/kr)



Beserta anaknya telah melanggar peraturan. Tak mau kalah, Anang pun membantah keras dua petugas tersebut dengan mengatakan tak seharusnya toilet berbayar dan dirinya tak punya uang untuk membayar. "Ahh masa cuma seribu saja Anda tidak punya. Kalau saya geledah dan saya temukan uang, kamu saya pukuli ya," tulis Anang meniru ucapan petugas yang mendatanginya. Seorang petugas lainnya kemudian datang melerai ribut-ribut kecil itu dan meminta maaf kepada Anang atas kejadian yang diterimanya. Meski demikian, Anang masih belum puas dan hendak melaporkan masalah toilet berbayar itu DPRD kota Banjarmasin dan Dinas terkait. "Saya juga berencana melaporkan hal ini ke DPRD kota Banjarmasin dan Dinas terkait," tulis Anang. "Saya ingin hal ini diselesaikan, jangan sampai pihak mall memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat awam tentang aturan yang sebenarnya, tentang hak yang seharusnya wajib mereka sediakan secara gratis, bukan dikenakan tarif." (wk/kr)